www.azharrizki.blogspot.co.id

google-site-verification=0aqOScmutC411up3GX8f2ORp_eCW1RmFsBdnoCVLYsg

PENGUJIAN VARIASI CELAH PLATINA DENGAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN PERTALIT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN



PENGUJIAN VARIASI CELAH PLATINA DENGAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN PERTALIT TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN PUTARAN MESIN
Peneliti :
        Muhammad Azhar Rizki       (5212413001)






            Latar Belakang
Kondisi alam sekarang sudah sangat memprihatinkan karena pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh  hasil pembakaran yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor. Gas bekas yang keluar dari knalpot kendaraan bermotor mengandung unsur-unsur yang berbahaya bagi kesehatan serta dapat merusak lingkungan. Salah satu polutan dari gas bekas hasil pembakaran yang bisa mematikan adalah gas karbonmonoksida (CO). Gas ini terutama terbentuk karena hasil dari proses pembakaran yang tidak sempurna. Kandungan polutan gas buang dari kendaraan bermotor paling banyak dipengaruhi oleh kesempurnaan proses pembakaran di dalam silinder. Selain itu menipisnya bahan bakar minyak sekarang membuat manusia untuk berusaha mencari sumber bahan bakar alternative lain atau dengan cara menghemat sebanyak mungkin pemakaian bahan bakar. Terutama untuk bahan bakar mesin pembakaran dalam. Tingginya konsumsi bahan bakar dan kadar polusi dari kendaraan bermotor pada dasarnya dapat dikendalikan dan dikurangi. Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan cara memperbaiki proses pembakaran yang terjadi di dalam mesin dan memilih bahan bakar yang tepat.
Sistem pengapian (ignition system) adalah salah satu system kelistrikan pada motor bensin yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi. Percikan bunga api ini digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang ada didalam silinder.
Sistem pengapian terdiri dari beberapa komponen, antara lain : battrey, switch, koil, distributor, kabel tegangan, dan busi. Battrey berfungsi sebagai sumber arus listrik. Di dalam distributor terdapat platina atau contact poin yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus pada kumparan primer, kabel tegangan tinggi berfungsi untuk meneruskan tegangan tinggi dari koil ke distributor dan ke busi. Agar pembakaran bahan bakar pada mesin sempurna diperlukan bunga api yang besar untuk itu kita perlu mengetahui berapa jarak celah platina yang tepat.
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka perlu dilakukan penelitian hubungan celah platina terhadap konsumsi bahan bakar premium dan pertalite. 



          Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat rumuskan masalah sebagai berikut.
1.              Bagaimana pengaruh besar celah platina terhadap konsumsi bahan bakar premium dan pertalite?
2.              Bagaimana pengaruh putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar premium dan pertalite?
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut.
1.              Mengetahui pengaruh besar celah platina terhadap konsumsi bahan bakar premium dan pertalite.
2.              Mengetahui pengaruh putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar premium dan pertalit   Manfaat
Penelitian ini mempunyai manfaat terhadap pengguna motor bensin konvensional sebagai berikut.
1.              Dapat digunakan sebagai referensi dan pengetahuan dalam penyetelan celah platina dengan optimal.
2.              Dapat digunakan sebagai dasar penyetelan putaran mesin awal maupun penggunaan motor bensin konvensional secara optimal.













   Motor Bakar
          Menurut Nugroho, Agung (2012) Motor bakar adalah pesawat konversi energi yang banyak digunakan untuk melakukan kerja mekanik atau mengubah energi thermal menjadi energi mekanik, dimana motor bakar biasanya terdiri dari silinder, torak dan engkol untuk mengubah gerakan torak yang bolak balik menjadi getaran putaran yang amat praktis.
Motor Bensin
          Motor bensin merupakan salah satu jenis mesin konversi energi sebagai penggerak mula yang menggunakan energi kimia (bensin) sebagai bahan bakar. Kemudian dari pembakaran diperoleh energi thermal untuk melakukan kerja mekanis poros engkol.
          Tenaga yang dihasilkan diperoleh dari pembakaran campuran bahan bakar (bensin) dan oksigen (udara) di dalam ruang bakar, sehingga menghasilkan panas, akibatnya fluida di dalam silinder akan memuai. Namun karena fluida tersebut dibatasi oleh dinding silinder maka tekanan dan temperature naik yang akan mendorong torak bergerak translasi (mundur), di mana torak tersebut dihubungkan ke poros engkol dengan perantara batang penggerak yang direncanakan sedemikian rupa sehingga dari gerakan translasi (bolak-balik) dapat diubah menjadi gerakan rotasi (putar). Kemudian dari gerakan rotasi inilah motor bensin dapat digunakan sebagai penggerak kendaraan bermotor atau penggerak generator listrik dan lain sebagainya setelah mengalami beberapa jenis transmisi, sesuai kebutuhannya (Nugroho, Agung 2010) 

     Sistim Pengapian
          Pengapian yang tepat waktu diperlukan untuk mencegah kerusakan komponen kendaraan. Pembakaran harus cukup tepat waktu untuk meyakinkan pebakaran utama dan kenaikan puncak tekanan didalam silinder terjadi dekat setelah piston melewati TMA (Titik Mati Atas). Saat pengapian harus disesuaikan sedemikian rupa sesuai dengan putaran mesin. Saat pengapian yang optimal didefinisaikan dengan berbagai parameter. Parameter terpenting adalah putaran mesin, rancangan mesin, kualitas bahan bakar, dan kondisi-kondisi kerja mesin (start awal, idle/stasioner, posisi pembukaan katup, dll.). Kesimpulannya pemajuan saat pengapian sangat dipengaruhi oleh putaran mesin dan kevakuman intake manifold sebagai penafsir kondisi kerja mesin. 
          Banyak kendaraan masih menggunakan pengapian konvensional. Ketika kontak pemutus menutup dan kunci kontak ON, arus primer dari baterai atau alternator mengalir melalui kumparan primer menghasilkan medan magnet sebagai energi yang tersimpan. Ketika suatu saat kontak pemutus membuka maka kemagnetan hilang seketika dan tegangan tinggi terinduksi pada kumpara sekunder. Tegangan ini dialirkan melalui kabel tegangan tinggi dan sebuah distributor menuju salah satu busi. Dibawah ini gambaran dasar hubungan kecepatan putar mesin 4 tak dengan jumlah pembakaran dalam setiap menitnya.
Pada putaran rendah, kontak pemutus menutup dengan waktu yang cukup untuk menyimpan energi potensial yang penuh, tetapi pada putaran tinggi lamanya kontak menutup (sudut dwell) semakin pendek waktunya sehingga pemutusan arus primer terjadi sebelum energi potensial maksimum tersimpan pada kumparan, hal ini menyebabkan berkurangnya energi tegangan tinggi dari sekunder koil. Pada pengapian konvensional pemajuan pengapiannya secara mekanik dengan menggunakan bobot pemaju dan membran/diafragma, dimana semakin tinggi putaran mesin bobot sentrifugal memajukan saat pengapian semakin maju, dan ketika intake manifold berkurang kevakumannya semakin mundur saat pengapiannya. 
       Distributor
Distributor adalah bagian penting pada sistem pengapian kendaraan. Banyak kendaraan model lama menggunakan distributor mekanis, dan pada kendaraan modern, distributor elektronik yang dikontrol oleh komputer lebih banyak digunakan. Distributor modern ini agak rumit, namun beberapa model distributor mekanis dapat diganti (dan seringkali bisa meningkatkan performa mesin).
 

Premium ( C8H18 )
          Premium adalah suatu jenis minyak bakar dari hasil penyulingan berwarna agak kuning jernih. Warna yang kuning adalah efek keberadaan material aditif. Pemakaian premium di dalam masyarakat umum adalah banyak digunakan untuk bahan bakar motor sarana angkut yang bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor dan lain-lain. Bahan bakar ini sering disebut dengan bensin motor atau gasoline. Bensin adalah hasil dari perolehan pemurnian  Nepta yang komposisinya dapat digunakan sebagai bahan bakr untuk motor bakar (internal combustion engine). Bensin mengandung hydrokarbon hasil dari sulingan minyak mentah. Bensin mengandung gas yang mudah terbakar, umumnya bahna bakar ini digunakan untuk mesin dengan pengapian busi.
      Pertalite
          Pertalite adalah bahan bakar minyak terbaru dari Pertamina dengan RON 90. Pertalite dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertalite diluncurkan tanggal 24 Juli 2015sebagai varian baru bagi konsumen yang menginginkan BBM dengan kualitas di atas Premium, tetapi dengan harga yang lebih murah daripada Pertamax.


       Platina
          Platina merupakan komponen yang menghubungkan dan memutus arus rangkaian primer yang di kontrol oleh braker cam pada poros distributor. Arus pada kontak platina bisa mencapaia 5 ampere dan tegangan yang dihasilkan kumparan bisa mencapai 500 volt. Kondisi kontak platina bisa berpengaruh pada sudut dwel angle yaitu sudut yang dibentuk oleh cam pada distributor saat kontak platina menutup hingga membuka kembali.
Tachometer
          Tachometer adalah sebuah alat pengujian yang dirancang untuk mengukur kecepatan rotasi dari sebuah objek, seperti alat pengukur dalam sebuah mobil yang mengukur putaran per menit (RPM) dari poros engkol mesin. Kata tachometer berasal dari kata Yunani tachos yang berarti kecepatan dan metron yang berarti untuk mengukur. Perangkat ini pada masa sebelumnya dibuat dengan dial, jarum yang menunjukkan pembacaan saat ini dan tanda-tanda yang menunjukkan tingkat yang aman dan berbahaya. Pada masa kini telah diproduksi tachometer digital yang memberikan pembacaan numerik tepat dan akurat dibandingkan menggunakan dial dan jarum.
       Timing Light
          Timing Light merupakan alat para montir untuk melihat saat pengapian/ saat busi memercikkan bunga api dari tegangan tinggi koil, dengan tujuan untuk menepatkan saat pengapian mesin agar tercapai tenaga mesin yang optimal.
Timing Light merupakan alat yang memanfaatkan induktif teganagan tinggi pada kabel busi untuk menyalakan lampu strobo sehingga mampu menunjukkan saat pengapian mesin lebih jelas, sedangkan Timing Light yang menggunakan lampu xenon biasanya pencahayaan kurang terang dan sering menyulitkan untuk menepatkan saat pengapian.




         Alat dan Bahan
1.              Alat


a.              Engine Stand Toyota tipe 5K
b.              1 set toolbox berisi kunci ring, kunci T, obeng (-) dan (+), dan palu
c.              Feeler Gauge
d.             Timing light tipe satu kabel
e.              Tachometer tipe digital KRISBOW KW06-303
f.               Multitester KRISBOW KW06-276
g.              Hidrometer
h.              Radiator cap tester
i.                Buret bahan bakar
j.                Stopwatch
2.              Bahan 
a.              Premium yang didapat dari Lab Uji Performa Mesin UNNES
b.              Pertalite yang didapat dari SPBU Ungaran Semarang



  Tempat Pengujian
            Pengujian pengaruh celah platina dengan bahan bakar premium dan pertalite terhadap konsumsi bahan bakar dan putaran mesin dilaksanakan di Lab Prestasi Mesin gedung E9 lt 1 Sekaran Gunung Pati pada hari selasa 15 maret 2016.

Diagram Alira Pengujian

 
 

 





            Prosedur Pengujian
1.              Tune up mesin
          Sebelum pengujian dimulai, mesin yang akan digunakan harus di tune up terlebih dahulu agar mesin dalam keadaan normal dan dalam performance yang maksimal. Adapun beberapa  prosedur dalam tune up yaitu :
a.              Pemeriksaan battery
Pemeriksaan pada larutan elektolit harus berada diantara batas bawah dan batas atas.  tegangan battery juga diperiksa menggunakan multitester.
b.              Pemeriksaan air pendingin mesin
Air pendingin yang digunakan harus cukup untuk mengisi radiator dan bersih dari kotoran, selain itu pemeriksaan pada radiator dan tutupnya dilakukan menggunakan alat radiator cap tester.
c.              Melakukan Pemeriksaan oli mesin
Pemeriksaan pada oli mesin dilaksanakan berdasarkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan menggunakan tongkat pengukur, dapat diketahui kuantitas oli pada mesin tersebut apakah kurang, cukup, atau lebih. Untuk kualitas dari oli mesin dapat diperiksa secara visual, apakah oli bersih dari kotoran dan air.
d.             Melakukan Pemeriksaan busi
Pemeriksaan busi dilakukan menggunakan feeler gauge dengan mengukur berapa ukuran celah dari busi tersebut. Ukuran standar celah busi adalah 0,7- 0,8 mm.


e.              Melakukan Pemeriksaan distributor
          Pemeriksaan distributor dilakukan dengan menyetel celah platina menggunakan feeler gauge. Ukuran standar pada celah platina adalah 0,45 mm. Kemudian mesin dihidupkan untuk mengetahui timing pengapian mesin menggunakan timing light, sebelumnya mesin dikondisikan pada putaran ±700 rpm (untuk mengetahui rpm mesin tersebut digunakan tachometer). Timing pengapian standar ±7-8o sebelum TMA, untuk menyetel timing pengapian terlebih dahulu mengendorkan baut penahan distributor dan kemudian merubah posisi distributor tersebut sampai timing pengapian menunjukkan pada ±7-8o.
 
Gambar 3.2. Pembacaan rpm mesin menggunakan tachometer


2.              Pengujian variasi kerenggangan platina terhadap rpm dan konsumsi bahan bakar
Pengujian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut
a.              Pada kondisi mesin mati, tutup distributor dibuka untuk menyetel celah platina, memutar pulli poros engkol (crank shaft) searah jarum jam hingga titik pulli mengarah ke 0 derajat atau TOP 1.
b.              Memastikan platina dalam kondisi nok, melakukan penyetelan celah platina dengan ukuran 0,45 mm dengan mengendorkan baut pengikat platina, dengan menggunakan obeng (-) celah platina dapat diperbesar maupun diperkecil melalui alur penyetel platina.
Gambar 3.3. Proses penyetelan celah platina

c.              Setelah platina selesai disetel, kemudian mengencangkan baut pengikat platina  kembali, kemudian menutup distributor dan mengunci tutup distributor.
d.             Memasang buret bahan bakar sebagai alat ukur konsumsi bahan bakar pada mesin tersebut, lalu menghidupkan mesin.
e.              Setelah mesin dinyalakan, melakukan pengujian berapa waktu yang diperlukan untuk menghabiskan 20 cc bahan bakar premium pada rpm 1000, 1500 dan 2000.
f.               Melakukan pengujian ulang untuk celah platina dengan ukuran 0,45; 0,7; 0,5; 0,3; 0,2; dan 0,1. Selain itu pengujian juga dilakukan pengulangan 2 kali untuk mendapatkan data yang lebih valid.
g.              Melakukan pengujian variasi celah platina dengan menggunakan bahan bakar pertalite dengan cara yang sama.
h.              Mencatat hasil pengujian dan fenomena atau reaksi apa saja yang terjadi pada mesin uji












E.            Instrumen
          Untuk membantu mempermudah penyusunan laporan dibutuhkan tempat untuk menampung data-data hasil. Dibawah ini instrumen yang digunakan (baik untuk pengujian menggunakan bahan bakar premium maupun pertalite menggunakan instrumen yang sama)
             Tabel 3.1. Lembar Observasi ( Instrumen praktikum )
Celah Platina
Konsumsi (Time/20cc)
Fenomena
Rpm 1000
Rpm 1500
Rpm 2000
1
2
1
2
1
2
0,45







0,7







0,5







0,3







0,2







0,1










      Hasil Penelitian
Tabel 4.1. Tabel Pengaruh Besar Celah Platina Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Premium Dalam Satuan Menit
Celah Platina
Konsumsi  tiap 20cc(menit)
(mm)
1000 rpm
1500 rpm
2000 rpm
0,45
1,08
0,75
0,52
0,7
0,98
0,71
0,57
0,5
1,04
0,96
0,51
0,3
0,97
0,64
0,47
0,2
0,99
0,62
0,46
0,1
0,99
0,58
0,43

 
 
4.2. Tabel Pengaruh Besar Celah Platina Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pertalite Dalam Satuan Menit
Celah platina
Konsumsi tiap 20cc (menit)
(mm)
1000 rpm
1500 rpm
2000 rpm
0,45
1,03
0,69
0,51
0,7
1,02
0,76
0,6
0,5
1,12
0,75
0,51
0,3
0,99
0,64
0,46
0,2
0,83
0,6
0,42
0,1
0,84
0,54
0,8

 

 

 
       Pembahasan
          pada gambar 4.1 dapat disimpulkan bahwa seiring bertambahnya putaran mesin (rpm) maka konsumsi bahan bakar cenderung lebih boros
          Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar celah platinanya maka konsumsi bahan bakar akan semakin irit. baik premium maupaun pertalite, sedangkan jika semakin kecil celah platinanya maka semakin boros konsumsi bahan bakarnya baik premium maupun pertalite. Pada setiap pengujian untuk celah platina 0,45 konsumsi bahan bakarnya lebih lama habis (irit) dibandingkan dengan celah platina 0,5 dikarenakan pada kondisi celah platina 0,45  mesin dalam kondisi stabil, getaran yang dirasakan kecil, hal ini dikarenakan pembakaran yang terjadi pada saat celah 0.45 berlangsung sempurna, tegangan induksi yang dihasilkan maksimal Nampak bunga api yang biru dan cukup besar gunadi (2010). Untuk celah 0.7 konsumsi bahan bakar lebih cepat habis (boros) dibandingkan celah 0.5. pada RPM 1000 getaran mesin sudah mulai terasa, semakin bertambah putarab mesinnya, getaran mesinnya semakin bertambah juga. Pada percobaan untuk celah 0.3 pada RPM rendah getaran mesin sudah terasa, mesin terasa berat dan mulai tidak stabil. Pada percobaan celah 0.2 mesin terasa berat, getaran langsung terasa pada putaran rendah, kadang mesin mati karena  tidak stabil. Untuk percobaan pada celah 0.1 mesin sangat berat, mesin lebih sering mati dan untuk menghidupkannya memerlukan waktu dan harus dibantu memutas gas. Getaran yang ditimbulkan sangat terasa dan sering terjadi suara ledakan pada knalpot mesinnya, hal ini terjadi akibat waktu pengapian yang terjadi kurang sempurna. Pada celah 0.1 bunga api yang terjadi tidak terlalu besar, hal ini menyebabkan bahan bakar yang belum terbakar terbuang menuju saluran pembuangan yang bertemperatur tinggi sehingga terjadi ledakan pada saluran pembuangan.
Pada semua pengujian RPM, kenaian RPM berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar yang digunakan. Semakin tinggi RPM semakin cepat habis (boros) bahan bakar yang digunakan baik premium maupun pertalite, hal ini dikarenakan semakin tinggi RPM, semakin cepat pula campuran bahan bakar dan udara yang mengalir ke karburator.
Dalam semua percobaan yang dilakukan, konsumsi bahan bakar pertalite lebih lama habis (irit) dibandingkan bahan bakar premium, hal ini dikarenakan nilai oktan bahan bakar pertalite lebih tinggi dibandingkan bahan bakar premium, sebab didalam ruang bakar bahan bakar pertalite lebih lama terbakar dibandingkan bahan bakar premium.





      Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan yang telah didapat, dapat disimpulan bahwa Pada percobaansemakin kecil celah platina semakin banyak konsumsi bahan bakar yang diperlukan (boros) hal ini berlaku pada setiap perubahan RPM dari 1000, 1500, 2000. Pada celah 0.1 bunga api yang terjadi tidak terlalu besar, hal ini menyebabkan bahan bakar yang belum terbakar terbuang menuju saluran pembuangan yang bertemperatur tinggi sehingga terjadi ledakan pada saluran pembuangan. 
       Saran
Pada praktikum ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut
1.              Pada putaran mesin yang tinggi, kondisi mesin tidak stabil. Perlu dilakukan pemeriksaan pada sistem pengapiannya, apakah setiap komponen-komponen sistem pengapian tersebut masih bekerja dengan baik.
2.              Sebaiknya ketika melakukan pengujian hendaknya merekam mesin yang sedang diuji agar membantu dalam proses pembuatan laporan
3.              Setelah selesai melakukan pengambilan data, ada baiknya untuk melakukan tune up pada mesin yang digunakan agar mempermudah pengambilan data untuk kelompok selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
1.      Mustaqim, dan Mulyanto, Slamet. 2011. Analisa Hubungan Celah Platina Dengan Tegangan Induksi Yang Timbul Untuk Pengapian Mobil. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi ke-2. Fakultas Teknik Universitas Tegal: Universitas Pancasakti.
2.      Gunadi, 2010. Pengaruh Waktu Pengapian (IGNITION TIMING) Terhadap Emisi Gas Buang pada Mobil dengan Sistem Bahan Bakar Injeksi (EFI). Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.
3.      admin, 2012. Cara Menyetel Celah Platina Mobil. Diambil dari
4.      Hidayat Rachmat, 2014. Fungsi dan Cara Kerja Platina (Breaker Point). Diambil dari http://www.kitapunya.net/2014/01/fungsi-cara-kerja-platina-breaker-point.html






Gambar 9. Menyetel Stasioner Putaran Mesin.

Tabel 1. Hasil Pengujian dengan Bahan Bakar Premium
Celah Platina
Konsumsi (Time/20cc)
Fenomena
Rpm 1000
Rpm 1500
Rpm 2000
1
2
1
2
1
2
0,45
 1,06
1,04 
0,43 
 0,48
0,30 
0,33 
Pada RPM 1000 getaran mesin normal, suara halus, semakin ditambah RPMnya getarannya semakin besar
0,7
 1,07
1,07 
0,47 
0,53 
0,33 
0,35 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, semakin ditambah RPMnya getarannya semakin besar
0,5
 1,02
1,03 
0,41 
0,42 
0,30 
0,32 
Pada RPM 1000 getaran mesin normal, semakin ditambah RPMnya getarannya semakin besar
0,3
 0,57
0,58 
0,38 
0,39 
0,26 
0,30 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, pada RPM 1500 getaran mesin berkurang,pada  RPM 2000 getarannya semakin besar
0,2
 0,59
0,59 
0,37 
0,38 
0,27 
0,28 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, pada RPM 1500 getaran mesin bertambah,pada  RPM 2000 getarannya semakin besar
0,1
 0,59
1 
0,57 
0,59 
0,42 
0,45 
Pada RPM 1000 getaran yang dihasilkan mesin besar, bahkan mesin berkali-kali mati, untuk menghidupkannya sampai harus menarik gas. Kadang disertai ledakan pada knalpot dan keluar asap putih. Semakin tinggi RPMnya getaran yang dihasilkan mesin sedikit berkurang. Ledakan diknalpotnya juga ikut menghilang.



Tabel 2. Hasil Pengujian dengan Bahan Bakar Pertalite
Celah Platina
Konsumsi (Time/20cc)
Fenomena
Rpm 1000
Rpm 1500
Rpm 2000
1
2
1
2
1
2
0,45
 1,04
1 
0,42 
0,41 
0,31 
0,30 
Pada RPM 1000 getaran mesin normal, suara halus, semakin ditambah RPMnya getarannya semakin besar
0,7
 0,57
1,06 
0,45 
0,46 
0,39 
0,33 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, semakin ditambah RPMnya getarannya semakin besar
0,5
 1,05
1,10 
0,46 
0,45 
0,30 
0,32 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, pada RPM 1500 getaran mesin berkurang,pada  RPM 2000 getarannya semakin besar
0,3
 1
0,59 
0,37 
0,35 
0,24 
0,26 
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, pada RPM 1500 getaran mesin berkurang,pada  RPM 2000 getarannya semakin besar
0,2
 0,48
 0,52
 0,37
 0,35
 0,24
 0,26
Pada RPM 1000 getaran mesin sedikit terasa, pada RPM 1500 getaran mesin bertambah,pada  RPM 2000 getarannya semakin besar
0,1
 0,50
 0,51
 0,32
 0,32
 0,23
 0,23
Pada RPM 1000 getaran yang dihasilkan mesin besar, bahkan mesin berkali-kali mati, untuk menghidupkannya sampai harus menarik gas. Kadang disertai ledakan pada knalpot dan keluar asap putih. Semakin tinggi RPMnya getaran yang dihasilkan mesin sedikit berkurang. Ledakan diknalpotnya juga ikut menghilang.















































        
 
 























Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Unknown
admin
19 October 2018 at 23:12 ×

Komplit bang

Congrats bro Unknown you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment